test berita BEM

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Tunisia menggelar pemilihan umum (Pemilu) untuk memilih para anggota parlemen pada Ahad (26/10) lalu. Pemilu tersebut disebut-sebut akan menjadi langkah besar menuju demokrasi. 

Perwakilan Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa Anthony Dworkin mengatakan langkah Tunisia bertransformasi ke arah demokrasi sangat positif. Kelanjutan proses ini dinilai menjadi sinyal positif terhadap akar demokrasi di dunia Arab. 

"Di saat harapan untuk menuju reformasi politik dan pemerintahan yang akuntabel di negara Arab manapun telah pupus, Tunisia adalah satu-satunya negara yang diharapkan mengisi masa depan," tulis Dworkin dalam sebuah analisa.