Sebanyak 86 mahasiswa asing dari 9 negara mengikuti Festival Handai 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kegiatan berlangsung meriah di Aula FKIP UMSU, Jalan Muchtar Basri No.3 Medan.Sabtu, (15/11/2025).
Mengusung tema “Persahabatan Jembatan Peradaban: dari Lokal ke Global”, festival dibuka langsung oleh Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto, M.Si. Peserta berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Thailand, Kamboja, Malaysia, Yaman, Sudan, Etiopia, dan Nigeria. Mereka menampilkan parade budaya, pertunjukan seni, pembacaan puisi, hingga monolog tentang Kota Medan.
WR III UMSU: “Ini Momen Merayakan Bahasa Indonesia Mendunia”
Dalam sambutannya, Dr. Rudianto menegaskan bahwa Festival Handai menjadi ruang kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa asing dan sivitas akademika UMSU.
“Ini kegembiraan kita bersama dan bentuk silaturahmi bagi mahasiswa asing UMSU yang belajar Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sudah diakui UNESCO melalui Kemendikdasmen, dan festival ini menjadi momen tepat merayakan kesuksesan bahasa kita ke penjuru dunia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti efektivitas metode pembelajaran BIPA UMSU.
“Mahmud dari Nigeria baru dua hari belajar, tapi sudah bisa berinteraksi dengan Bahasa Indonesia. Ini bukti metode BIPA UMSU efektif dan menyenangkan,” tambahnya.
Dr. Rudianto berharap ke depan lebih banyak mahasiswa asing bergabung.
“Tahun depan mudah-mudahan ada mahasiswa dari Timor Leste. Saat ini kita menerima mahasiswa dari Inggris, Nigeria, dan negara lainnya. Ini menambah pengakuan internasional bagi UMSU,” ungkapnya.
WR III juga menyampaikan kebanggaan atas prestasi internasional BIPA UMSU, termasuk dua mahasiswa yang lolos Festival Handai Nasional dan keberhasilan Kepala BIPA UMSU sebagai finalis pengajar BIPA internasional.
Apresiasi dari Balai Bahasa Sumut
Ketua Balai Bahasa Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum, turut memberikan apresiasi tinggi kepada UMSU.
“UMSU luar biasa, apalagi mendapatkan prestasi internasional. Saya kira ini sangat pantas, apalagi UMSU sudah diakui di QS World University Rankings Asia 2026,” ujarnya.
Ia berharap BIPA UMSU terus menjadi kekuatan dalam mempromosikan Bahasa Indonesia di tingkat global.
BIPA UMSU: Membangun Jembatan Persahabatan
Kepala BIPA UMSU, Dr. Cut Novita Srikandi, S.S., M.Hum, dalam laporannya menegaskan bahwa Festival Handai bukan sekadar kegiatan rutin.
“Ini bukan hanya pertemuan, tapi jembatan persahabatan antarnegara. Festival ini mencerminkan semangat mengenalkan Bahasa Indonesia ke dunia,” katanya.
Ketua Panitia, Yulhasni, S.S., M.Si, menjelaskan bahwa Festival Handai 2025 disajikan berbeda dari tahun sebelumnya.
Jika tahun lalu berupa perlombaan, tahun ini fokus pada parade budaya, pertunjukan vokal, pembacaan puisi “Bahasa yang Menyatukan Kita”, monolog mahasiswa Thailand, serta parade makanan khas dari tiap negara.
Turut Hadir dalam kegiatan ini Konsulat Timor Leste di Medan, Irwan, S.E., M.M,Alliance Française Medan, Ayokta Ghea Merizzkah Panjaitan, Perwakilan BIPA Universitas Al Washliyah Medan, Dr. Susy Deliani, M.Hum, Jajaran Balai Bahasa Sumatera Utara.
Festival Handai 2025 menjadi bukti nyata komitmen UMSU dalam memajukan Bahasa Indonesia di kancah internasional melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, UMSU memperkuat posisi sebagai kampus dengan daya tarik global dan pusat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing.

