Toleransi dan Kerja Keras: Wisudawan Non-Muslim UMSU Bagikan Pengalaman Menginspirasi
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar prosesi wisuda tahun 2024 pada hari kedua, diikuti oleh 1.105 lulusan, bertempat di Hotel Selecta, Jalan Listrik, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Acara ini menjadi momen penting bagi para wisudawan untuk merayakan keberhasilan mereka setelah menempuh pendidikan di UMSU. Salah satu cerita inspiratif datang dari Yudi Febrianto Samosir, wisudawan program D3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Program Studi Manajemen Pajak.
Yudi yang merupakan seorang non-Muslim mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman kuliah di UMSU yang penuh dengan rasa toleransi. “Rasa toleransi di UMSU sangat tinggi, awalnya saya tidak menyangka bahwa ternyata sangat menerima orang-orang yang bukan beragama Muslim, tidak pernah sekalipun dibedakan justru saya dihargai. Hal ini yang membuat saya nyaman berkuliah di UMSU,” ujarnya dengan tulus. Bagi Yudi, pengalaman kuliah di UMSU bukan hanya sekedar pendidikan, tetapi juga sebuah pelajaran hidup tentang pentingnya toleransi antarumat beragama.
Tidak hanya menceritakan tentang pengalamannya dalam menjalani kehidupan kampus yang penuh dengan kebersamaan, Yudi juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan oleh pihak universitas. Ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 sebagai bentuk penghargaan atas prestasinya. “Saya sangat berterimakasih sebesar-besarnya untuk bapak Rektor yang memberikan apresiasi yang sangat berharga bagi saya,” kata Yudi penuh haru.
Namun, di balik prestasi tersebut, Yudi juga menceritakan perjuangan keras yang ia lakukan untuk mencapai keberhasilan ini. Ia harus bekerja keras di sebuah hotel dari malam hingga pagi, lalu melanjutkan kuliah di siang hari demi meringankan beban keluarganya. “Kesuksesan ini tidak datang begitu saja. Saya bekerja di hotel dari malam hingga pagi, dan setelah itu saya kuliah. Semua saya lakukan untuk membantu meringankan beban keluarga,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Di akhir sambutannya, Yudi memberikan harapan untuk UMSU agar semakin sukses dalam melahirkan lulusan-lulusan yang dapat bersaing di dunia kerja. “Harapan saya semoga UMSU semakin sukses melahirkan alumni-alumni yang bisa bersaing di dunia kerja. Dan semoga UMSU semakin berjaya baik di segi prestasi dan juga akreditasi,” tutupnya.
Selain Yudi, prosesi wisuda ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Busyro Muqoddas, yang juga mantan Ketua KPK RI. Dalam sambutannya, Dr. Busyro mengajak seluruh wisudawan untuk tidak hanya meraih ilmu, tetapi juga menjadikannya sebagai bekal untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. “Wisuda ini adalah langkah awal ke depan, kalian memiliki tugas untuk memperkuat niat kemanusiaan yang mensejahterakan. Ilmu tanpa iman hanya akan menjadi alat kekuasaan yang tidak berintegritas. Maka, jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” pesannya saat memberikan sambutan pada Rabu (18/12).
Dr. Busyro Muqoddas juga menyampaikan pidato dengan tema Aktualisasi Profetik dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki empat misi penting yang harus dijalankan oleh seluruh civitas akademika, yaitu menciptakan pendidikan yang berkualitas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat akhlak dan karakter, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan umat manusia secara keseluruhan.
Wisuda ini bukan hanya menjadi momen penting bagi para lulusan, tetapi juga sebuah refleksi bagi UMSU untuk terus berkomitmen dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Para wisudawan diharapkan dapat melanjutkan perjuangan mereka di dunia kerja dan mewujudkan cita-cita yang telah diraih selama masa studi di UMSU.

