Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berjaya di tingkat nasional dengan berhasil meraih enam penghargaan pada Abdidaya Ormawa 2025 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, pada 4–6 Desember 2025. Rabu, (10/12/2025)
Dalam kompetisi tersebut, UMSU meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Paling Inovatif, disusul prestasi penting lainnya seperti Dosen Pendamping Paling Inovatif yang diberikan kepada Assoc. Prof. Dr.dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked.(P.A)., Sp.P.A. Selain itu, tim SIBERIA PK IMM FKIK UMSU juga membawa pulang predikat Tim dengan Hasil yang Dapat Diadopsi secara Nasional, sebuah indikator bahwa program yang dijalankan tidak hanya berhasil secara internal tetapi juga layak diterapkan di wilayah yang lebih luas sebagai solusi sosial berkelanjutan.
Tidak berhenti di sana, UMSU pun sukses meraih penghargaan Terbaik Kedua untuk Perencanaan Keberlanjutan Paling Terukur melalui Tim PATRIOT IKLIM HMJ Kesejahteraan Sosial FISIP UMSU, dan penghargaan Terbaik Kedua untuk Capaian Indikator Paling Komprehensif melalui Tim TERNAK PRENEUR HMJ Pendidikan Akuntansi FKIP UMSU. Adapun penghargaan keenam diperoleh pada kategori Mitra Paling Inovatif, yang diberikan kepada Muhammad Khairul, Kepala Desa Nenas Siam sebagai mitra program PK IMM FKIK UMSU — sebuah pengakuan bahwa kolaborasi mahasiswa bersama masyarakat berjalan efektif dan menciptakan kemajuan bersama.
Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.SI menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, prestasi ini bukan hanya milik tim yang berkompetisi, tetapi milik seluruh keluarga besar UMSU. Ini bukti bahwa inovasi, kerja kolaboratif, dan kebermanfaatan sosial yang dilakukan mahasiswa telah diakui pada tingkat nasional,” ujarnya.
Ia berharap kemenangan ini menjadi motivasi bagi organisasi mahasiswa dan dosen pembimbing untuk terus merancang program berbasis solusi dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Assoc. Prof. Humairah Medina Liza, selaku penerima penghargaan Dosen Pendamping Paling Inovatif, menyebut pencapaian tersebut sebagai hasil dari proses panjang pendampingan berbasis riset dan aksi lapangan.
“Penghargaan ini membuktikan bahwa karya mahasiswa dapat tumbuh besar ketika didukung dengan riset, data, dan semangat pengabdian. Saya bangga pada mahasiswa yang terjun bekerja langsung bersama masyarakat,” ungkapnya.
Seorang mahasiswa peserta Abdidaya Ormawa juga menyampaikan kebanggaannya mewakili UMSU dalam ajang nasional ini.
“Kami melihat sendiri bagaimana ilmu yang dipelajari di kelas dapat menjadi manfaat ketika dipraktikkan di tengah masyarakat. Kemenangan ini bukan akhir, justru awal untuk mengembangkan inovasi yang lebih luas,” katanya.
Prestasi yang diraih UMSU pada Abdidaya Ormawa 2025 menjadi penegasan bahwa kampus tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan mahasiswa dengan kemampuan inovasi sosial yang berdampak nyata. Dengan pencapaian ini, UMSU memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi yang membina generasi muda untuk hadir sebagai problem solver, pembaharu, dan lokomotif perubahan bagi masyarakat.


