Sebanyak 35 mahasiswa dan dosen dari Temasek Polytechnic Singapura melakukan kunjungan edukasi ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) pada Rabu, 14 Mei 2025. Acara yang berlangsung di Auditorium UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan, ini bertujuan untuk mempererat hubungan budaya dan berbagi pengetahuan antar dua negara.
Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto, M.Si, mewakili Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP. Turut hadir pula jajaran pimpinan FKIP UMSU seperti Dekan Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd, Wakil Dekan I Dr. Hj. Dewi Kesuma Nasution, M.Hum, Wakil Dekan III Dr. Mandra Saragih, M.Hum, serta Ketua OIC UMSU Rafieqah Nalar Rizky, S.Sos., M.A.
Dalam sambutannya, Zulkarnain Noor selaku Supervisor dari Temasek Polytechnic menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari pihak UMSU.
“Kami merasa sangat dihargai dan disambut dengan penuh kehangatan. Ini pengalaman yang sangat berharga untuk mahasiswa kami agar bisa belajar langsung tentang sistem pendidikan dan budaya Indonesia,” ungkap Zulkarnain.
Ia juga menyoroti peran penting guru di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). “Teknologi berkembang sangat cepat. Di sinilah guru berperan besar, bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Zulkarnain pun mengapresiasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang diperkenalkan dalam presentasi oleh Wakil Rektor III. Menurutnya, mahasiswa UMSU sangat aktif dan banyak berkontribusi untuk masyarakat. Ia mengutip kutipan terkenal dari sastrawan Pramoedya Ananta Toer: “Tak ada kekuatan lain yang bisa menghentikan nafsu berkuasa ini kecuali ilmu pengetahuan itu sendiri yang lebih unggul, di tangan manusia yang lebih berbudi.”
Sementara itu, WR III UMSU, Dr. Rudianto, M.Si mengucapkan rasa syukur dan bangga atas kunjungan ini.
“Selamat datang di UMSU. Semoga kalian menikmati suasana dan budaya Medan serta keindahan alam Sumatera Utara. Kami juga berharap ini jadi awal kerja sama yang lebih erat ke depannya,” tuturnya.
Ia memperkenalkan UMSU sebagai kampus Muhammadiyah yang telah terakreditasi internasional dan memiliki banyak pencapaian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya saling memahami perbedaan konteks sosial antara Indonesia dan Singapura.
“Jangan bandingkan gaji guru di Singapura dan Indonesia, tapi percayalah bahwa Muhammadiyah selalu berupaya memberi yang terbaik untuk pendidikan,” ujarnya sambil tersenyum.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional Cikala Pong Pong dari mahasiswa PGS FKIP UMSU, presentasi sistem pendidikan Indonesia oleh Dr. Hj. Dewi Kesuma Nasution, talkshow bertema “Belajar Menyenangkan melalui Kearifan Lokal,” serta tur keliling kampus.
Dekan FKIP UMSU, Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd, menyampaikan harapannya agar kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat di masa depan. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kedua institusi, terutama dalam hal pertukaran ilmu, budaya, dan pengalaman pendidikan,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, UMSU menunjukkan komitmennya untuk membangun jaringan internasional dan terus terbuka terhadap kerja sama global.

