Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melalui Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menyelenggarakan seminar nasional bertema “Diplomasi Bahasa dan Budaya melalui BIPA” pada Kamis, 15 Mei, di Auditorium UMSU, Jalan Muchtar Basri No.3, Medan. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan UMSU dalam memperkuat peran bahasa Indonesia di kancah internasional.
Seminar ini menghadirkan pembicara-pembicara ternama, seperti Prof. Dr. Liliyana Mutia, M.Pd (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta), Dr. Asrif, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara), dan Dr. Cut Novita Srikandi, M.Hum (Ketua Lembaga BIPA UMSU). Lebih dari 200 peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk dari Universiti Brunei Darussalam, turut ambil bagian. Mereka terdiri dari guru, dosen, pengajar BIPA, praktisi bahasa, hingga mahasiswa.
Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, mengungkapkan rasa bangganya atas suksesnya acara ini. Menurutnya, sejak Lembaga BIPA berdiri pada tahun 2022, UMSU terus berkembang pesat.
“Bukan hanya bahasa, tetapi budaya juga penting kita perkenalkan. Kami berharap acara ini bisa memberi dampak tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional,” ujarnya.
Dr. Cut Novita Srikandi juga menekankan pentingnya pelatihan terus-menerus, kerja sama internasional, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan pengajaran BIPA di era global.
“Bahasa adalah jembatan peradaban. Melalui BIPA, kita membuka dunia. Saat ini, sudah ada 65 mahasiswa asing dari empat negara yang belajar di UMSU,” tuturnya. Ia berharap UMSU terus maju menjadi kampus berkelas dunia melalui inovasi di bidang bahasa dan budaya.
Dekan FKIP UMSU, Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd, menambahkan bahwa seminar ini sangat bermanfaat khususnya bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia. Ia berharap mahasiswa bisa menjadikan seminar ini sebagai bekal untuk mengajar BIPA di masa depan, baik di dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Ketua Prodi Bahasa Indonesia, Mutia Febriyana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga BIPA dan Prodi Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengajar bahasa di era digital.
Dalam sesi penyampaian materi, Prof. Dr. Liliyana Mutia menyampaikan bahwa BIPA sangat penting dalam diplomasi budaya. “Melalui BIPA, kita tidak hanya mengajarkan bahasa, tapi juga memperkenalkan nilai dan identitas bangsa lewat kurikulum yang kreatif dan kolaborasi lintas bidang,” jelasnya.
Sedangkan Dr. Asrif, M.Hum menyoroti pentingnya bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa dari Sabang sampai Merauke. “Bahasa Indonesia adalah kekuatan identitas nasional kita,” tegasnya.
Seminar ini juga menampilkan pertunjukan seni, seperti pembacaan puisi oleh mahasiswa asal Thailand dan monolog berjudul Balada Sumarah. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti para wakil rektor dan dekan UMSU, Kepala Balai Bahasa Sumut, pejabat dari Dinas Pendidikan dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumut, hingga Kepala BPMP Provsu.
Secara keseluruhan, seminar ini menjadi bukti bahwa BIPA bukan hanya alat untuk mengajarkan bahasa, tetapi juga sarana penting untuk mengenalkan budaya Indonesia ke dunia. Indonesia pun semakin siap bersaing dan berkontribusi aktif dalam dunia global melalui bahasa dan pendidikan.

