Dua pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), yaitu Ahmed Abdullah Ali Ahmed Al-Maliki asal Yaman dan Man Faty asal Kamboja, secara resmi dilepas oleh Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si., untuk mengikuti kegiatan Apresiasi Festival Handai Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta pada 25–31 Oktober 2025.
Dalam acara pelepasan yang berlangsung di kampus UMSU Jalan Muchtar Basri, Wakil Rektor III menyampaikan rasa bangganya atas keikutsertaan dua pemelajar BIPA tersebut. Menurutnya, keterlibatan mereka dalam ajang nasional ini menjadi bukti nyata bahwa program BIPA UMSU telah mampu berkontribusi dalam diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
“Kami sangat bangga dan mendukung penuh keikutsertaan Ahmed dan Man Faty dalam Festival Handai Indonesia. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memperkenalkan kemampuan berbahasa Indonesia, tetapi juga membawa semangat persahabatan antarbangsa yang menjadi bagian dari misi internasionalisasi UMSU,” ujar Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si.
Dr.Rudianto menambahkan, BIPA merupakan salah satu program penting UMSU dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam diplomasi kebudayaan dan pendidikan global. Ia berharap, keikutsertaan mahasiswa asing dalam ajang nasional ini dapat memperluas jejaring UMSU sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia secara lebih luas di dunia internasional.
Festival Handai Indonesia sendiri merupakan kegiatan apresiasi tahunan yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara. Acara ini menjadi wadah bagi pembelajar BIPA di seluruh dunia untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia, menampilkan karya budaya, serta mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui Bahasa Indonesia.
Sementara itu, salah satu peserta, Ahmed Abdullah Ali Ahmed Al-Maliki asal Yaman, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mewakili UMSU dan negaranya dalam ajang bergengsi tersebut.
“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada UMSU yang telah membimbing dan mendukung kami. Belajar Bahasa Indonesia di UMSU memberi banyak pengalaman, bukan hanya bahasa tetapi juga budaya Indonesia yang sangat ramah dan menarik,” ujar Ahmed dengan penuh semangat.
Program BIPA UMSU selama ini aktif menerima pemelajar asing dari berbagai negara seperti Thailand, Kamboja, Pakistan, dan Yaman. Melalui pendekatan pembelajaran interaktif yang memadukan bahasa dan budaya, UMSU berkomitmen menjadikan Bahasa Indonesia sebagai sarana mempererat persaudaraan global.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, partisipasi dua pemelajar BIPA UMSU dalam Festival Handai Indonesia diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa internasional lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia dan memperkuat peran UMSU di tingkat internasional.

