Dua tim dari Komunitas Debat Hukum (KDH) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses meraih Juara 1 dan Juara 3 dalam ajang Kompetisi Debat Hukum Lex Icon 2025 Piala Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), Aceh, yang berlangsung pada 24–27 Oktober 2025.
Kompetisi tingkat nasional yang diikuti berbagai universitas ternama di Indonesia ini menjadi wadah bagi mahasiswa hukum untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, argumentasi hukum, serta kepekaan terhadap isu-isu aktual di bidang hukum dan kebijakan publik.
Tim UMSU yang berhasil meraih Juara 1 terdiri dari Muhammad Bahagia Sinaga, Junaidi Anggi Syahputra Marpaung, dan Rizky Ananda Syahputra Dongoran.
Sementara tim yang berhasil meraih Juara 3 diperkuat oleh Annisa Dhyni Afrizal, Naila Umairah, dan Nayla Azzhuranisa.
Capaian ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si., yang menilai prestasi tersebut sebagai bukti nyata konsistensi UMSU dalam melahirkan mahasiswa unggul dan berdaya saing nasional.
“Saya sangat mengapresiasi capaian luar biasa ini. Mahasiswa UMSU tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan analisis hukum dan public speaking di forum debat nasional. Ini menunjukkan bahwa kualitas pembinaan mahasiswa kita terus meningkat,” ujar Dr. Rudianto.
Salah satu peserta yang juga menjadi bagian dari tim juara 1, Muhammad Bahagia Sinaga, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur bisa membawa pulang gelar juara untuk UMSU. Kompetisi ini sangat menantang, tapi juga menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk terus belajar dan berlatih berpikir cepat serta argumentatif dalam isu-isu hukum yang aktual,” ungkapnya.
Keberhasilan dua tim debat hukum UMSU di ajang Lex Icon 2025 ini semakin menegaskan eksistensi UMSU sebagai kampus yang aktif dan berprestasi dalam pengembangan kemampuan intelektual dan komunikasi hukum di tingkat nasional.
UMSU melalui Fakultas Hukum berkomitmen terus mendukung mahasiswa untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik, termasuk kompetisi debat, sebagai upaya memperkuat budaya ilmiah, keberanian berargumentasi, dan kemampuan berpikir kritis di kalangan mahasiswa.

