Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) secara resmi melepas lima tim mahasiswa yang berhasil lolos pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam “Program Mahasiswa Berdampak Tahun 2026”. Pelepasan ini digelar di pelataran kampus utama UMSU, Jalan Kapten Mukhtar Basri No. 3, Medan. Sabtu, (31/01/2026).
Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, yang diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, memimpin langsung upacara pelepasan tersebut. Dalam amanatnya, Rudianto menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah ini tidak terlepas dari rekam jejak UMSU yang solid dalam aksi kemanusiaan.
“UMSU memiliki jejak yang luar biasa dalam penanganan bencana. Berkat ketangguhan kita dalam aksi-aksi bencana sebelumnya, kita dipercaya kembali dengan memperoleh pendanaan program tahun 2026 ini,” ujar Dr. Rudianto dalam sambutannya.
Dr. Rudianto berharap tim yang diturunkan dapat bergerak cepat. Ia menargetkan pada hari Senin tim sudah bisa berada di lokasi untuk melakukan aksi nyata. Ia menekankan bahwa mahasiswa UMSU harus hadir sebagai penyelesai masalah, bukan sebaliknya.
“Kami berharap agar pemulihan di lokasi bencana bisa lebih cepat dampaknya dengan tim tangguh yang kita turunkan. Kami berharap anak-anak kami datang ke sana tidak membawa masalah dan merepotkan, tetapi membawa solusi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak universitas akan memberikan dukungan penuh. “Universitas akan mempersiapkan segala sesuatunya dan akan memberikan support maksimal,” tambah Dr.Rudianto.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMSU, Assoc. Prof. Dr. Muhammad Fitra Zambak, ST, M.Sc, melaporkan bahwa kelima proposal yang didanai ini akan disebar ke titik-titik lokasi pemulihan pascabencana yang berbeda.
“Beberapa usulan kita berada di tempat yang berbeda untuk pemulihan bencana, antara lain di Sibolga, Aceh (Tamiang), Desa Sekoci, Kabupaten Langkat, dan Sawit Seberang. Semoga ini bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat dalam proses pemulihan,” lapor Fitra.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Student Research and Creativity Center (SRCC) UMSU, Dr. Fatimah Sari Siregar, S.Pd., M.Hum, mengapresiasi kerja keras dosen pendamping dan mahasiswa. Ia mengungkapkan tantangan berat yang berhasil dilalui tim dalam proses pengajuan proposal.
“Waktu yang diberikan hanya empat hari dan ini hal luar biasa karena banyak sekali administrasi yang harus diunggah. Ketangguhan dosen pendamping (Dospem) tidak diragukan lagi,” kata Fatimah.
Fatimah juga menegaskan komitmen SRCC untuk mengawal program ini hingga tuntas. “Dari SRCC akan terus memonitor adik-adik terkait apa saja indikator dan luaran yang harus dicapai. SRCC akan terus memantau dan mengiringi mahasiswa di lapangan,” jelasnya.
Adapun lima Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) UMSU yang berhasil lolos pendanaan dan diberangkatkan adalah HIMAGRI, HMJ Pendidikan Akuntansi, HMJ Pendidikan Bahasa Inggris, PK IMM FKIK UMSU, dan HMJ Ekonomi Pembangunan.
Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri oleh seluruh Wakil Dekan III se-UMSU, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, serta para dosen pendamping tim.

