Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat, khususnya bagi generasi muda di perdesaan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan perpustakaan dinilai menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali fasilitas literasi di akar rumput.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan besar yang terus diberikan pemerintah kepada UMSU dalam program-program pemberdayaan masyarakat. Ia menyoroti adanya peningkatan signifikan capaian program dari 21 menjadi 35 sasaran.
“Peningkatan yang luar biasa dari 21 menjadi 35 ini artinya pemerintah menilai adanya peningkatan dan dampak yang luar biasa di masyarakat. Tahun ini kita diberikan amanah yang lebih besar lagi. Saya mengajak seluruh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa untuk menjaga kepercayaan ini bersama-sama,” ujar Prof. Akrim.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UMSU siap mengambil peran utama dan mengintervensi langsung kondisi literasi di daerah-daerah. “UMSU akan menjadi garda terdepan untuk memastikan taman-taman bacaan yang selama ini sepi peminat agar lebih diperhatikan dan dihidupkan kembali,” tegasnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara turut menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, perpustakaan, dan pemerintah daerah melalui konsep pentahelix adalah kunci penting yang berkelanjutan untuk meningkatkan literasi, khususnya bagi generasi muda di desa.
Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dan DPL UMSU di lapangan, diharapkan fasilitas literasi seperti taman bacaan desa tidak hanya sekadar ada, tetapi juga dikelola dengan program yang kreatif. Kolaborasi ini diyakini akan memberikan dampak positif secara jangka panjang bagi kemajuan sumber daya manusia di Sumatera Utara.