Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Nesya Alva Fayyaza, S.Ked, mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMSU, berhasil meraih Best Oral Presenter pada Scientific Abstract Competition – ROICAM 13.
Penghargaan tersebut diraih dalam ajang The Role of Internist in Cancer Management (ROICAM) 13 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Society of Hematology & Medical Oncology dengan mengangkat tema “Basic Science”.
Capaian Nesya menjadi bukti bahwa mahasiswa UMSU tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik di lingkungan kampus, tetapi juga mampu bersaing dalam forum ilmiah di tingkat yang lebih luas.
Tampil Presentasikan Karya Ilmiah
Dalam kompetisi tersebut, Nesya mengikuti kategori Scientific Abstract Competition dan mempresentasikan karya ilmiahnya di hadapan peserta serta dewan juri.
Keberhasilannya meraih predikat Best Oral Presenter menunjukkan kemampuan Nesya dalam menyampaikan gagasan ilmiah secara jelas sekaligus mempertahankan substansi penelitian yang dipresentasikan.
Wakil Rektor UMSU Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Faisal, S.H., M.Hum., mengapresiasi prestasi yang diraih Nesya.
“Ini merupakan capaian yang membanggakan. Nesya telah menunjukkan kemampuan akademik dan keberanian untuk tampil dalam forum ilmiah,” ujar Dr. Faisal.
Menurutnya, prestasi tersebut juga menjadi dorongan bagi mahasiswa UMSU lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan mengikuti berbagai kompetisi ilmiah.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” katanya.
Jadi Pengalaman Berharga
Nesya mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraihnya dalam kompetisi tersebut. Menurutnya, mengikuti kompetisi menjadi pengalaman tersendiri, terutama karena harus menyampaikan materi ilmiah di hadapan para juri.
“Saya tentu sangat bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini. Awalnya cukup tegang, tetapi saya berusaha fokus selama presentasi,” ungkap Nesya.
Ia mengatakan, proses persiapan menjadi salah satu bagian penting sebelum mengikuti kompetisi.
“Saya banyak belajar dari proses persiapannya. Terutama bagaimana menyampaikan materi ilmiah agar bisa dipahami dengan baik,” ujarnya.
Bagi Nesya, penghargaan Best Oral Presenter tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang akademik dan penelitian.

